Fenomena Hujan Meteor

Fenomena Astronomi dan Hujan Meteor, bagi Para pecinta Astronomi pasti sedang menunggu fenomena Hujan Meteor yang terjadi setiap tahun. berikut ini adalah jadwal fenomena Astronomi sepanjang 2013 menurut para ahli :

21 Januari 2013 : Konjungsi Jupiter Oleh BulanKonjungsi adalah saat sudut bendal langit satu dengan lainnya terlihat sangat dekat.Itu lah yang akan terjadi dengan Jupiter dengan Bulan.Mereka akan terlihat sangat dekat satu dengan lainnya. 

02-23 Februari 2013 : Saat Terbaik Mengamati Merkurius di Sore HariMerkurius sebenarnya sangat sulit diamati karena pengaruh silau matahari.Namun pada tanggal tersebut merkurius cukup jauh dari silau saat matahari telah tenggelam.

10-24 Maret 2013 : Komet PANSTARRS Melintas!Pada 12 Maret 2013 komet ini akan terlihat 4 derajat di sebelah kanan bulan sabit.

21-22 April 2013 LYRIDS Lyrids bisa terihat mulai tanggal 16 hingga 25 April, dan puncaknya pada 21 dan 22 April. Lyrids adalah hujan meteor rata-rata, yang bisa menampilkan hingga 20 meteor per jam. Istimewanya, hujan meteor Lyrids menampilkan ekor debu yang cukup terang dalam beberapa detik. Siap-siap terpana deh. Meteor ini muncul dari Konstelasi Lyra. Tips : Lyrids biasanya muncul pada dini hari sebelum matahari terbit. Bangun pagi ya

9 Mei 2013 : Gerhana Matahari CincinGerhana Matahari Cincinakan terjadi  pad 9 Mei 2013 .Namun,Masyarakat Indonesia tidak dapat melihat fenomena ini.Daerah yang dapat melihat fenomena ini adalah sekitar Samudra  Pasifik.

31 Mei 2013 :  Asteroid raksasa akan mendekati dan melewati bumi. Berukuran 9X lebih besar daripada kapal pesiar.

23 Juni 2013 : Bulan Purnama Terbesar di 2013Bulan purnama terbesar pada tahun ini.Fenomena yang sering disebut Supermoon ini terjadi karena Bulan sedang dengan jarak terdekat dengan Bumi di tahun 2013.

12 Agustus 2013 : Hujan Meteor PerseidHujan meteor ini konon yang terbaik.Hujan meteor ini biasanya menghasilkan sekitar 90 meteor per jamnya.
Pertengahan November sampai Desember 2013: Komet ISONKomet ISON adalah komet yang diperkirakan komet paling terang yang pernah dilihat beberapa abad ini bahkan katanya akan lebih terang dari bulan purnama Komet ini akan terlihat di belahan bumi utara,belum ada informasi apakah akan terlihat dari Indonesia atau tidak.
Sepanjang Bulan Desember 2013 : Venus Akan Terlihat Terang MempesonaYups pada Venus akan terlihat lebih terang dari sebelumnya.Venus tidak akan seterang ini sampai tahun 2021 yang akan datang.

13-14 Desember 2013 : Hujan Meteor GeminidsHujan meteor ini terbaik kedua setelah Hujan Meteor Perseids.Hujan meteor yang ini akan memperlihatkan 120 meteor per jam.

Galaksi Mata Setan

 
Sebuah tabrakan dua Galaxy telah meninggalkan Gabungan sistem bintang dengan penampilan yang tidak biasa serta gerakan internal aneh. Messier 64 (M64) memiliki sisi gelap spektakuler yang menyerap debu di depan inti Galaxy, sehingga mendapatkan julukan nya "Black Eye" atau "Evil Eye" galaksi.

Rincian detail dari sisi gelap yang terungkap dalam gambar ini bagian tengah M64 diperoleh dengan Teleskop luar angkasa Hubble. M64 adalah Galaxy yang sangat terkenal di kalangan astronom amatir karena dapat dilihat dengan mempergunakan teleskop kecil. Pertama kali dimasukkan kedalam katalog pada abad ke-18 oleh para astronom Messier Perancis. Terletak di konstelasi Coma Berenices utara, M64 berjarak sekitar 17 juta tahun cahaya dari Bumi.

Konsep ini menggambarkan dua jenis galaksi spiral yang mengisi alam semesta kita dengan Pertengahan gemuk, atau tonjolan sentral. Sebelumnya, para astronom berpikir bahwa sebuah galaksi tanpa tonjolan tidak bisa memiliki lubang hitam supermasif. Temuan ini membentuk kembali teori pembentukan galaksi.
 
Para astronom percaya bahwa galaksi adalah anggota dari sebuah struktur yang jauh lebih besar setidaknya 300 juta tahun cahaya panjangnya dan 50 juta tahun cahaya luasnya. Sejak cahaya mengambil 10,8 miliar tahun untuk melintasi jarak antara struktur galaksi dan Bumi, kita melihat struktur yang ada tampak seperti  ketika alam semesta masih muda, hanya seperlima dari usia saat ini.  
 
Meskipun mereka belum tahu berapa banyak struktur galaksi yang terbentuk  pada 10,8 miliar tahun lalu, para astronom percaya pada akhirnya akan berkembang menjadi sebuah string galaksi raksasa menyerupai "Great Wall" dari galaksi yang relatif dekat. 

Jagat Raya

Jagat Raya atau Alam Semesta dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang ada secara fisik terkait dengan seluruh ruang dan waktu serta segala bentuk materi serta energi yang ada dimuka bumi. Istilah Semesta atau Jagad Raya dapat digunakan dalam indra kontekstual yang sedikit berbeda, yang menunjukkan konsep-konsep seperti kosmos, dunia, atau alam.
Kata Universe atau jagad raya yang juga berarti alam semesta biasanya didefinisikan mencakup secara keseluruhan. Namun, dengan menggunakan definisi alternatif, beberapa kosmolog berspekulasi bahwa Universe hanya merujuk pada alam dimana kita berada. Hal ini terkait dengan pemaknaan alam semesta kita yang hanya merupakan satu dari banyak "semesta" yang secara kolektif disebut multiverse. 

Sebagai contoh, banyak hipotesis tentang jagat raya baru yang melahirkan gagasan kutipan pengukuran kuantum, semesta ini biasanya dianggap benar-benar terputus dari kita sendiri dan tidak mungkin dapat diamati memalui indra kontektual manusia termasuk dengan teropong sekalipun. Pengamatan bagian yang lebih tua dari alam semesta yang jauh menunjukkan bahwa alam semesta telah diatur oleh hukum yang sama dan konstan di sebagian besar wilayah yang ada. 

Namun, dalam teori gelembung alam semesta, mungkin ada variasi tidak terbatas semesta yang dibuat dalam berbagai cara, dan mungkin masing-masing memiliki konstanta fisik yang berbeda. Sepanjang sejarah mencatat, beberapa kosmolog telah diusulkan untuk menjelaskan pengamatan Semesta. Model paling awal ialah geosentris yang dikembangkan oleh seorang filsuf Yunani kuno bernama Claudius Ptolomeuses. Ia berpendapat bahwa alam semesta memiliki ruang yang tidak terbatas dan ada sebuah kekekalan berisi satu set bola konsentris dengan ukuran terbatas.

Selama berabad-abad, peningkatan keselarasan pemikiran manusia yang ditopang oleh penemuan teori gravitasi Newton membuat teori heliosentris Copernicus mengenai Tata Surya mulai diyakini. Perbaikan lebih lanjut dalam astronomi menyebabkan kesadaran bahwa tata surya tertanam dalam galaksi yang terdiri dari jutaan bintang, Bima Sakti, dan bahwa ada galaksi lain di luar itu, sejauh instrumen astronomi dapat mencapainya. Studi yang meneliti terhadap distribusi galaksi-galaksi dan garis spektrum telah menyebabkan banyak kosmologi modern terkuap. Penemuan pergeseran gelombang merah dan radiasi gelombang mikro, latar belakang kosmik, mengungkapkan bahwa alam semesta berkembang dan tampaknya memiliki awal dan akhir.

Galaksi Bima Sakti

Galaksi Bima Sakti atau yang dalam bahasa Inggrisnya Milky Way Galaxy adalah sebuah galaksi spiral yang termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar 10^{12} massa matahari, diperkirakan memiliki 200 - 400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya. Jarak antara matahari dan pusat galaksi bima sakti diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bimasakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat dimana kita tinggal. Menurut penelitian sementara diperkirakan bahwa di pusat galaksi bima sakti bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. 


Tata surya kita memerlukan waktu 225 – 250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/d.

Di dalam bahasa Indonesia, istilah "Bima Sakti" berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihat sebuah susunan bintang-bintang yang tersebar di angkasa jika dihubungkan dan ditarik garis akan membentuk gambar Bima dililit ular naga maka disebutlah "Bima Sakti". Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya "milky way" sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau "aura" cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan debu serta gas yang terletak di piringan / bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi.

Diperkirakan ada 4 spiral utama dan 2 yang lebih kecil yang bermula dari tengah galaksi. Dan dinamakan sebagai berikut :

Lengan Norma
Lengan Scutum-Crux
Lengan Sagitarius
Lengan Orion atau Lengan Lokal
Lengan Perseus
Lengan Cygnus atau Lengan Luar

Dimensi

Cakram bintang Bima Sakti kira kira berdiameter 100.000 tahun cahaya (9.5×1017 km), dan diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun cahaya (9.5×1015 km). Bima Sakti diestimasikan mempunyai setidaknya 200 miliar bintang dan mungkin hingga 400 miliar bintang. Angka pastinya tergantung dari jumlah bintang bermassa rendah, yang sangat sulit dipastikan. Melebihi bagian cakram bintang, terletak piringan gas yang lebih tebal. Observasi terakhir mengindikasikan bahwa piringan gas Bima Sakti mempunyai ketebalan sekitar 12.000 tahun cahaya (1.1×1017 km) sebesar dua kali nilai yang diterima sebelumnya. Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100 m, Tata Surya, termasuk awan oort berukuran tidak lebih dari 1 mm.

Cahaya galaksi memancar lebih jauh, tapi dibatasi oleh orbit dari dua satelit Bima Sakti yaitu Awan Magellan Besar dan Kecil (the Large and the Small Magellanic Clouds), yang memiliki perigalacticon kurang lebih 180.000 tahun cahaya (1.7×1018 km). Pada jarak ini dan lebih jauh selanjutnya, orbit-orbit dari obyek sekitar akan didisrupsi oleh awan magelan, dan obyek obyek itu kemungkinan besar akan terhempas keluar dari Bima Sakti.

Perhitungan terakhir oleh teleskop Very Long Baseline Array (VLBA) menunjukkan bahwa ukuran Bima Sakti adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya. Ukuran Bima Sakti terakhir sekarang dipercaya adalah mirip seperti tetangga galaksi terdekatnya yakni galaksi Andromeda. Dengan menggunakan VLBA untuk mengukur geseran daerah formasi bintang-bintang yang terletak jauh ketika bumi sedang mengorbit di posisi yang berlawanan dari matahari, para ilmuwan dapat mengukur jarak dari berbagai daerah itu dengan assumsi yang lebih sedikit dari usaha pengukuran sebelumnya. Estimasi kecepatan rotasi terbaru dan lebih akurat (yang kemudian menunjukan dark matter yang terkandung di dalam galaksi) adalah 914,000 km/jam. Nilai ini jauh lebih tinggi dari nilai umum sebelumnya yakni 792,000 km/jam. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa total masa Bima Sakti adalah sekitar 3 trillion bintang, atau kira kira 50% lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Macam Macam Bentuk Galaksi

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya

Dalam surah Al Furqaan diatas dijelaskan bahwasanya Allah Subhanahu Wata'ala menciptakan gugusan bintang yang mana didalamnya Allah juga menciptakan matahari dan bulan , jika  kita lihat susunan dari makna ayat diatas maka akan kita temukan satu kesamaan teori akan makna dari Galaksi dimana pengertian dari galaksi adalah kumpulan dari bintang - bintang dan atau benda langit lainnya yang didalamnya terdapat juga planet dan atau matahari serta bulan sebagai bagian dari tata surya.


Okelah apapun itu pengertiannya biarlah masing - masing orang berpendapat tentang sesuatu itu, pada catatan ini penulis hanya menyampaikan ilmu pengetahuan yang mungkin bermanfaat bagi mereka yang sedang belajar ilmu astronomi.

Secara garis besar sebagaimana dikutip dari berbagai catatan yang penulis temukan Galaksi dapat dikelompokkan kedalam tiga jenis utama yaitu eliptik, spiral dan irregular. Sistem klasifikasi ini hanya berdasarkan kepada pengamatan secara visual dan mungkin melewatkan beberapa karakteristik penting dari sebuah galaksi, seperti laju pembentukan bintang dan aktivitas inti galaksi yang semoga dengan berjalannya waktu dapat penulis urai lebih lanjut.

Kembali kepada pengelompokan galaksi berikut adalah uraian dari ketiga tipe atau jenis galaksi yang dikenal oleh kebanyakan orang.

Eliptik

Sistem klasifikasi ini membedakan sebuah galaksi berdasarkan pada tingkat keelipsannya, dari E0 yang hampir berupa lingkaran, hingga E7 yang sangat lonjong. Galaksi tersebut memiliki bentuk dasar elipsoid, sehingga tampak elips dari berbagai sudut pandang. Galaksi tipe ini tampak memiliki sedikit struktur dan sedikit materi antar bintang, sehingga galaksi tersebut memiliki sedikit gugus terbuka dan laju pembentukan bintang yang lambat. Galaksi tipe ini didominasi oleh bintang yang berumur tua yang mengorbit pusat gravitasi dengan arah yang acak. Galaksi starburst merupakan akibat dari tabrakan antar galaksi dan dapat menghasilkan pembentukan galaksi eliptik.

Spiral

Galaksi spiral terdiri dari piringan berupa bintang dan materi antar bintang yang berotasi, serta gembung pusat yang terdiri dari bintang-bintang tua. Terdapat lengan spiral yang menjulur dari gembung pusat. Dalam sistem klasifikasi galaksi spiral ditandai sebagai tipe S, diikuti huruf (a, b, atau c) yang menunjukkan tingkat kerapatan dari lengan spiral dan ukuran dari gembung pusat. Galaksi Sa memiliki lengan spiral yang kurang jelas dan membelit secara rapat, serta gembung pusat yang relatif besar. Sedangkan galaksi Sc memiliki lengan spiral yang terbuka dan gembung pusat yang relatif kecil  Sebagian besar galaksi spiral memiliki bentuk batang linier yang memanjang ke dua sisi dari gembung inti, yang kemudian bergabung dengan struktur lengan spiral

Morfologi lain

Galaksi aneh (peculiar galaxies) merupakan galaksi yang memiliki sifat-sifat yang tidak biasa karena interaksi pasang surut dengan galaksi lain. Contohnya adalah galaksi cincin, yang memiliki struktur mirip cincin berupa bintang dan materi antar bintang yang mengelilingi inti kosong. Galaksi cincin diperkirakan terbentuk saat galaksi kecil melewati inti galaksi yang lebih besar. Kejadian tersebut mungkin terjadi pada galaksi Andromeda yang memiliki beberapa struktur mirip cincin jika diamati pada spektrum inframerah.

Galaksi lenticular merupakan bentuk pertengahan yang memiliki sifat baik dari galaksi eliptik maupun galaksi spiral, dan dikategorikan sebagai tipe S0 dan memiliki lengan spiral yang samar-samar serta halo bintang berbentuk eliptik.

Kehidupan dan Waktu

Kehidupan dan Waktu dari bintang


Ini adalah gambar dari galaksi spiral, dekat dengan M101 yang kemudian lebih dikenal sebagai Galaxy Pinwheel, gambar diatas terdiri atas kombinasi tiga warna yang diperoleh dari pesawat ruang angkasa NASA Galaxy Evolution Explorer (GALEX) dengan penjelasan sebagai berikut.

Cahaya ultraviolet, terlihat dengan warna biru di lengan galaksi, menunjukkan bintang-bintang muda (berumur hanya 10 juta tahun), sedangkan warna hijau menyebar jejak cahaya bintang yang telah tinggal selama lebih dari 100 tahun. Gambar merah terlihat menunjukkan bintang-bintang yang terbentuk lebih dari satu miliar tahun yang lalu.

GALEX membuat pengamatan pada panjang gelombang ultraviolet untuk mengukur sejarah pembentukan bintang di alam semesta 80 persen dari perjalanan kembali ke Big Bang. GALEX telah dianugerahi  "Best of What's New" penghargaan ini diberikan oleh majalah Popular Science, bersama dengan pesawat ruang angkasa NASA yang lain, Fasilitas Space Telescope Inframerah

Pengelompokan Galaksi

Galaksi dapat dikelompokkan dalam tiga jenis utama: eliptik, spiral dan irregular. Karena sistem klasifikasi Hubble hanya berdasarkan pada pengamatan visual, klasifikasi ini mungkin melewatkan beberapa karakteristik penting dari galaksi, seperti laju pembentukan bintang (di galaksi starburst) dan aktivitas inti galaksi (di galaksi aktif). 


Eliptik Sistem klasifikasi Hubble membedakan galaksi eliptik berdasarkan tingkat keelipsannya, dari E0 yang hampir berupa lingkaran, hingga E7 yang sangat lonjong. Galaksi tersebut memiliki bentuk dasar elipsoid, sehingga tampak elips dari berbagai sudut pandang. Galaksi tipe ini tampak memiliki sedikit struktur dan sedikit materi antar bintang, sehingga galaksi tersebut memiliki sedikit gugus terbuka dan laju pembentukan bintang yang lambat. Galaksi tipe ini didominasi oleh bintang yang berumur tua yang mengorbit pusat gravitasi dengan arah yang acak. Dalam hal tersebut, galaksi tipe ini mirip dengan gugus bola. 

Galaksi starburst merupakan akibat dari tabrakan antar galaksi dan dapat menghasilkan pembentukan galaksi eliptik. Spiral Galaksi Pusaran, sebuah galaksi spiral tanpa batang. Galaksi spiral terdiri dari piringan berupa bintang dan materi antar bintang yang berotasi, serta gembung pusat yang terdiri dari bintang-bintang tua. Terdapat lengan spiral yang menjulur dari gembung pusat. Dalam sistem klasifikasi Hubble, galaksi spiral ditandai sebagai tipe S, diikuti huruf (a, b, atau c) yang menunjukkan tingkat kerapatan dari lengan spiral dan ukuran dari gembung pusat. 

Galaksi Sa memiliki lengan spiral yang kurang jelas dan membelit secara rapat, serta gembung pusat yang relatif besar. Sedangkan galaksi Sc memiliki lengan spiral yang terbuka dan gembung pusat yang relatif kecil. NGC 1300, contoh galaksi spiral berbatang. Sebagian besar galaksi spiral memiliki bentuk batang linier yang memanjang ke dua sisi dari gembung inti, yang kemudian bergabung dengan struktur lengan spiral. Di sistem klasifikasi Hubble, galaksi ini dikategorikan sebagai SB, dan diikuti huruf (a, b atau c) yang mengindikasikan bentuk lengan spiralnya. 

Batang galaksi diperkirakan merupakan struktur sementara yang disebabkan oleh gelombang kejut dari inti galaksi, atau karena interaksi pasang surut dengan galaksi lain. Banyak galaksi spiral berbatang yang berinti aktif, kemungkinan karena adanya gas yang menuju ke inti melalui lengan spiral. Galaksi Bima Sakti merupakan galaksi spiral berbatang ukuran besar dengan diameter sekitar 30 kiloparsecs dan ketebalan sekitar satu kiloparsec. Bima Sakti memiliki sekitar 200 milyar (2×1011) bintang dengan massa total sekitar 600 milyar (6×1011) kali massa Matahari.

Galaksi Adalah Sebuah Sistem

Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap.

Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias [γαλαξίας], yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris: Milky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta  bintang hingga galaksi raksasa dengan satu triliun bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. 

Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Sakti; tata surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit Matahari. Kemungkinan terdapat lebih dari 100 miliar galaksi pada alam semesta teramati. Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 parsec dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec).

Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik. Sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster. 

Struktur yang lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta. Meskipun belum dipahami secara menyeluruh, materi gelap terlihat menyusun sekitar 90% dari massa sebagian besar galaksi. Data pengamatan menunjukkan lubang hitam supermasif kemungkinan ada pada pusat dari banyak (kalau tidak semua) galaksi.