Instrumen Dan Teknik Feng Shui

Sejarah feng shui telah ada sejak 3.500 + tahun sebelum penemuan kompas magnetik. Ini berasal di astronomi Cina. Beberapa teknik saat ini dapat ditelusuri ke Neolitik Cina, sementara yang lain ditambahkan kemudian (terutama dinasti Han, Tang, Song, dan Ming).

Sejarah astronomi dari feng shui adalah jelas dalam pengembangan instrumen dan teknik. Menurut Zhouli asli feng shui instrumen mungkin telah gnomon a. Cina menggunakan bintang sirkumpolar untuk menentukan sumbu utara-selatan dari pemukiman. Teknik ini menjelaskan mengapa Shang istana di Xiaotun kebohongan 10 ° timur dari utara karena. 

Dalam beberapa kasus, seperti Paul Wheatley diamati, mereka membagi sudut antara arah dari terbit dan terbenam matahari untuk menemukan utara. Teknik ini memberikan keberpihakan yang lebih tepat dari dinding Shang di Yanshi dan Zhengzhou. Ritual untuk menggunakan instrumen shui feng diperlukan peramal untuk memeriksa fenomena langit saat ini untuk mengatur perangkat dan menyesuaikan posisi mereka dalam kaitannya dengan perangkat.

Contoh tertua dari instrumen yang digunakan untuk feng shui adalah liuren astrolab, juga dikenal sebagai shi. Ini terdiri dari divernis, dua sisi papan dengan sightlines astronomi. Contoh-contoh awal liuren astrolab telah digali dari makam yang tanggal antara 278 SM dan 209 SM. Seiring dengan ramalan untuk Da Liu Ren papan yang biasa digunakan untuk memetakan gerakan Taiyi melalui sembilan istana. Tanda-tanda pada liuren / shi dan kompas magnetik pertama yang hampir identik.

Kompas magnetik diciptakan untuk feng shui dan telah digunakan sejak penemuan tersebut. Feng shui tradisional instrumentasi terdiri dari Luopan atau sendok sebelumnya selatan-menunjuk (Zhinan zhen)-meskipun kompas konvensional bisa cukup jika seseorang memahami perbedaan. Sebuah feng shui penguasa (penemuan baru) juga dapat digunakan.

Feng Shui

Feng shui (Mandarin) adalah ilmu topografi kuno Tiongkok yang mempercayai bagaimana manusia dan Surga (astronomi), dan Bumi (geografi), hidup dalam harmoni untuk membantu memperbaiki hidup dengan menerima Qi positif. Qi terdapat di alam sebagai energi yang tidak terlihat.

Qi baik disebut juga napas kosmik naga. jenis Qi ini dipercaya sebagai pembawa rejeki dan nasib baik. namun ada pula Qi buruk yang disebut Sha Qi pembawa nasib buruk. terdapat berbagai aliran feng Shui, di antaranya adalah Bintang terbang, waktu, dan topografi.

Lima Elemen Feng Shui terdiri dari :
  • Elemen Kayu. Elemen kayu mewakili pertumbuhan dan kreativitas. Kayu mendorong pertumbuhan pribadi dan intuisi meningkat.
  • Elemen Tanah. Elemen Tanah membantu untuk tumbuh dan menstabilkan. Dari semua unsur feng shui, Elemen Tanah adalah paling damai, menenangkan, dan stabil. Percantik rumah Anda dengan elemen ini jika Anda mencari landasan, memperkuat, atau memelihara.
  • Elemen Logam. Elemen Logam berhubungan dengan kekuatan mental dan ketajaman. Elemen Logam mempengaruhi kecerdasan.
  • Elemen Api. Elemen Api merupakan transformasi dan ekspansi. Elemen Api adalah yang paling stabil dari semua lima unsur feng shui.
  • Elemen Air. Elemen Air sangat berguna untuk rilis dan pembaharuan. Gunakan elemen ini untuk kejelasan, relaksasi, inspirasi dan untuk menghadirkan kerelaan.  

Qulhu Sungsang

Qulhu Sungsang, merupakan ajian kelengkapan dari ajian Qulhu Geni. Yang apabila keduanya dapat anda kuasai dan mampu anda gabungkan maka daya kekuatan dari kedua ajian tersebut sangatlah dahsyat dan ditakuti khususnya bagi bangsa lelembut yang berniat jahat kepada anda.

Selain itu, fungsi dari ajian Qulhu Sungsang adalah sebagai perisai diri dari serangan ghaib dari bangsa manusia yang bersekutu dengan jin/setan melalui santet, tenung, maupun teluh.
 
Doa Qulhu Sungsang Doa qulhu sungsang telah memiliki khasiat yang luar biasa,yaitu bila dibaca sangat ditakuti oleh syetan dan semua jenis makhluq halus (lelembut) begitu juga tenung ,santet ,dan yang sebangsa sihir ,semuanya tidak akan sampai kepada orang yang membaca doa Qulhu Sungsang ini.dibawah ini doanya menurut 3 Versi :

"pertama" QULHU SUNGSANG RAJAH IMAN KUDUNGKU MALAIKAT JIBRIL TEKENKU KANG NUNTUN NABI MUHAMMAD.LAA ILAAHA ILLALAHU MUHAMMADAR RASULLULAHI SALLALLAHU ALAIHI WA SALLAMA. 

"Kedua" QULHU SUNGSANG RAJAHQ IMAN PAYUNGQ ALLAH KLAMBIQ MALAIKAT JIBRIL TEKENKU NABI MUHAMMAD LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASUULULLAAH... SIRRULLAH DZAATULLAH SIFAATULLAH RAHMATULLAH LAA ILAAHA ILLALLLAH MUHAMMADUR RASUULULLAH 

"ketiga" GUSTI ALLAH PANGERANKU GUSTI KANJENG NABI MUHAMMAD S.A.W PANUTANKU KALAMULLAH PENUNTUNKU MALAIKAT JIBRIL KUDUNGKU

Revolusi Ilmiah Astronomi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, astronomi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai alam semesta. Banyak pandangan-pandangan berkenaan dengan astronomi ini, baik dari segi agama, maupun kehidupan secara sosial. Keragaman pandangan astronomi ini terus berkembang dari mulai zaman dulu hingga saat ini.

Pada Zaman Renaisans, Copernicus menyusun model Tata Surya heliosentris, model yang kemudian dibela dari berbagai kontroversi, dikembangkan, dan dikoreksi oleh dua ilmuwan bernama Galileo dan Kepler. Galileo berinovasi dengan teleskop yang berguna untuk mempertajam pengamatannya mengenai astronomi. Sedangkan Kepler berhasil menjadi ilmuwan pertama yang menyusun secara tepat dan mendetail dari pergerakkan planet-planet dengan matahri sebagai pusatnya.

Akan tetapi, meski Kepler menajdi ilmuwan pertama yang dapat menyusun secara tepat dan detail, Kepler gagal mempformulasikan teori untuk menjelaskan hukum-hukum yang ditulisnya sendiri. Hal tersebut terus terulang hingga Newton yang menemukan teleskop refleksi yang digunakan untuk pengamatan langit, berhasil menjelaskan hukum-hukum Kepler melalui dinamika angkasa dan hukum gravitasi.

Seiring dengan semakin baiknya ukuran dan kualitas teleskop, semakin banyak pula penemuan-penemuan lebih lanjut lagi. Melalui teknologi ini, Lacaile berhasil mengembangkan katalog-katalog bintang yang lebih lengkap. Hal tersebut juga dilakukan oleh astronom Jerman-Inggris Herschel dengan membuat katalog-katalog Nebula dan gugusannya.

Pada tahun 1781, Herschel menemuka planet Uranus. Planet ini merupakan planet pertama yang ditemui di luar planet-planet klasik. Selain itu, pengukuran jarak menuju sebuah bintang di langit juga pertama kali dipublikasikan pada tahun 1838. Perhitungan ini dilakukan oleh Bessel dengan melakukannya melalui pengukuran paralaks dari 61 Cygni.

Kemudian, pada abad ke-18 hingga abad ke-19, penemuan menganai ilmu astrobnomi ini diwarnai oleh penelitian atas masalah yang dikenal dengan sebuatan masalah tiga badan. pengamatan dan penelitian ini dilakukan oleh Euler, Clairaut, dan D’Alembert. Oleh ketiga ilmuwan tersebut, penelitian kemudian menghasilkan metode prediksi yang lebih tepat untuk pergerakkan Bulan dan planet-planet.

Penemuan ini kemudian diperkuat oleh Lagrange dan Laplace yang memungkinkan setiap ilmuwan bisa memperkirakan massa planet dan satelit melalui perturbasi atau pergerakannya.

Setelah banyaknya kemajuan akan penemuan-penemuan astronomi tersebut, hal tersebut terus berkembang hingga ditemukanya spektroskop dan fotografi. Kedua penemuan tersebut mendorong kemajuan penelitian-pebelitian baru lainnya.

Pada tahun 1814-1815, Fraunhoffer menemukan lebih kurang 600 pita spektrum pada Matahari. Kemudian pada tahun 1859 Kirchhoff menjelaskan fenomena astronomi ini dengan mengatribusikannya pada keberadaan unsur-unsur semesta alam.

Baru kemudian pada abad ke-20, Galaksi Bima Sakti yang merupakan tempat Bumi dan Matahari berada. Hal tersebut dibuktikan sebagai kelompok bintang yang terpisah dari kelompok bintang-bintang yang lainnya.
Dari berbagaoi pengamatan yang sebelum-sebelumnya dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ada galaksi-galaksi lain di luar Bima Sakti. Selain itu, diyakini bahwa alam semesta ini terus mengembang setiap hari-harinya. Hal ini disebabkan galaksi tersebut terus menjauh dari galaksi yang ditempati saat ini.

Astronomi modern menemukan dan terus berupaya untuk menjelaskan benda-benda langit yang asing, seperti kuasar, pulsar, blazar, galaksi-galaksi radio, black hole atau lubang hitam, dan bintang neutron. Dengan adanya kosmologi fisik, diharapkan penemuan menganai astronomi dan benda-benda asing yang belum bisa dijelaskan tersebut bisa lebih maju dan berkembang pesat, seperti teori Big Bang, radiasi CMB, hukum Hubble, dan ketersediaan kosmologi unsur.

Belajar Astronomi


Menurut beberapa ahli Ilmu astronomi atau ilmu falak (perbintangan) sebuah ilmu yang meliputi pengamatan benda - benda langit serta fenomena alam yang terjadi diluar atmosfer bumi, Ilmu dasar astronomi ini secara umum mempelajari berbagai sisi dari benda - benda langit seperti asal usul , letak , struktur , komponen , garis edar , dan sebagainya dari benda - benda yang ada diangkasa.

Sebagai suatu ilmu astronomi terbagi menjadi beberapa macam atau cabang yang spesifik didalamnya, beberapa cabang ilmu tersebut antara lain adalah :

 A stronomi Surya

Cabang ilmu astronomi surya ini membahas tentang matahari, baik komposisi, sifat fisik, dan lain sebagainya. Matahari merupakan bintang terdekat dari bumi pada sekitar 8 menit cahaya. Dan yang paling sering diteliti, matahri merupakan bintang katai pada deret utama dengan klasifikasi G2 V. Usia bintang besar ini diperkirakan sekitar 4,6 milyar tahun lebih.

Ilmu Keplanetan

Ilmu keplanetan merupakan salah satu cabang ilmu astronomi yang meneliti tentang susunan planet, bulan, planet katai, komet, asteroid, serta benda-benda langit lain yang mengelilingi bintang, terutama Matahari. Meskipun mempelajari mengenai susunan planet dan juga tata surya, cabang ilmu astrobomi ini juga meliputi planet-planet luar surya.

Astronomi Bintang

Untuk memahami alam semesta, penelitian atas bintang-bintang dabn bagaimana mereka berevolusi sangatlah bersifat fundamental. Astrofisika yang berkenaan dengan bintang itu sendir bisa diketahui melalui pengamatan segi teoritis dan juga simulasi komputer yang saat ini semakin berkembang.

Astronomi Galaxi

Salah satu cabang ilmu astronomi selanjutnya adalah astronomi galaxi. Astronomi galaxi ini membahas mengenai alam semesta. Sama halnya dengan ilmu astronomi bintang, astronomi galaxi ini juga mempelajari berbagai hal yang terjadi dan menjadi fenomena di alam semesta khususnya galaxi-galaxi yang sangat fundamental.

Astronomi Ekstragalaxi

Astronomi ekstragalaksi merupakan cangan ilmu astronomi yang mempelajari formasi dan evolusi galaksi-galaksi, morfologi, dan klasifikasi hal-hal yang berhubungan dengan galaksi di alam semesta ini. Benda-benda yang berada di liuar galaksi juga dibahas dalam cabang ilmu astronomi yang satu ini. Hal tersebut terutama yang belakangan ini diperbincangkan dan dinilai sangat penting untuk memahami struktur alam semesta dalam skala yang besar.

Kosmologi

Kosmologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kosmos yang berari dunia. kemudian kata tersebut diberi akhiran logia dari kata logos yang berarti pembelajaran. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kosmologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari alam semesta secara keseluruhan dengan penelitian dan pembahasan teori-teori yang ada.

Cabang ilmu kosmologi ini pada umumnya terbagi berdasarkan pengamatan alam semesta yang dilakukan dengan skala besar. Cabang ilmu kosmologi yang melakukan pengamatan alam semesta dalam skala besar ini adalah cabang yang dikenal sebagai kosmologi fisik.

Dari cabang ilmu astronomi yang satu ini, kosmologi tekah menyumbangkan pemahaman yang mendalam mengenai formasi dan evolusi jagat raya yang ada. Salah satu teori dari pengamatan kosmologi ini adalah teori Dentuman Besar atau yang lebih dikenal dengan sebutan teori Big Bang. Teori Big Bang ini menyatakan bahwa bumi berasal dari satu titik dan mengembang selama 13,7 milyar tahun hingga pada masa saat ini.

Menelusuri Keberadaan Makhluk Asing

Sedari dulu hingga saat ini dan mungkin sampai kiamat nanti tidak ada henti - hentinya diantara para Ilmuwan dan para ahli astronomi untuk Terus Menelusuri Keberadaan Makhluk Asing.





Sejauh ini para astronom terus berupaya untuk menelusuri keberadaan makhluk asing. Para astronom Australia menggunakan metode very long baseline interferometry (VLBI) untuk mendapatkan sinyal adanya makhluk asing di daerah bintang yang dikenal dengan Gliese 581.

Para ahli secara khusus memusatkan perhatian pada Gliese 581 karena bintang ini diketahui dikelilingi beberapa planet mirip Bumi.

Dalam tulisan yang segera dimuat di Jurnal Astronomi para ahli mengatakan belum ditemukan adanya tanda-tanda makhluk luar angkasa adalah sesuatu yang bisa dipahami.

"Kita tidak semestinya berkecil hati," kata Seth Shostak, astronom Amerika Serikat yang bekerja di SETI Institute, lembaga di AS yang antara lain mencari makhluk luar angkasa.

"Memang bintang yang kita teliti memiliki planet-planet yang bisa dihuni. Ada atmosfir dan ada laut. Tapi meneliti bintang dan planet membutuhkan waktu yang sangat lama. Mungkin perlu 70 tahun," imbuhnya.

"Fakta bahwa satu sistem tata surya di luar sana tidak mengeluarkan sinyal kehidupan bukan berarti tidak ada makhluk lain sama sekali di alam semesta ini," tegas Shostak.

Ia menambahkan untuk menemukan sinyal dari makhluk luar angkasa diperlukan ribuan atau bahkan jutaan observasi bintang.

Dalam beberapa tahun terakhir para ahli memusatkan pencarian mahluk asing di tempat-tempat tertentu, yang diyakini memiliki kondisi mirip Bumi, dengan temperatur tidak terlalu panas atau dingin.

Salah satu teknik yang dipakai adalah VLBI, seperti yang digunakan oleh para astronom dari Universitas Curtin, Australia.

VLBI pada dasarnya adalah proses pencarian yang memanfaatkan beberapa teleskop, yang berjauhan letaknya, namun diatur sedemikian rupa sehingga jaringan beberapa teleskop ini bekerja seperti satu teleskop besar.

Penjelajahan Angkasa


Penjelajahan angkasa adalah eksplorasi fisik dari benda di luar Bumi dan biasanya menyangkut teknologi, ilmu pengetahuan, dan politik yang berhubungan dengan luar angkasa. Salah satu yang paling terkenal dan aspek penting dari penjelajahan angkasa adalah pendaratan manusia pertama di bulan dalam perlombaan angkasa antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Dari fiksi ke kenyataan

Ide mengirim objek ke angkasa terdapat di dalam pikiran dari banyak penulis sains fiksi ratusan tahun sebelum hal itu menjadi kenyataan. Beberapa karya ini juga menulis penggambaran bagaimana hal tersebut dapat dilakukan. Pada abad 20, dengan pengembangan propulsi teknologi yang cukup, material yang kuat dan ringan dan terobosan teknologi dan sains lainnya, ide misi luar-bumi tidak lagi hanya sekedar impian tapi suatu kenyataan.

Museum National Air and Space (National Air and Space Museum, NASM) di National Mall di Washington, D.C. memajang sebuah contoh batu bulan yang dapat dilihat dan disentuh oleh masyarakat, sebuah kapsul Gemini dan roket Soviet. Steven F. Udvar-Hazy Center di Dulles International Airport di Virginia Utara menampilkan banyak teknologi aerospace dalam satu tempat: Pesawat luar angkasa Enterprise, sebuah Concorde dan beberapa pesawat lainnya. Museum Space & Rocket Center A.S di Huntsville, Alabama dekat dengan Redstone Arsenal menampilkan banyak perangkat angkasa, termasuk replika roket Saturn V Apollo 11 ukuran-penuh, Apollo asli, dan kapsul pelatih luar-angkasa Merkurius, dan kapsul luar angkasa Apollo 16 asli.

Kapal angkasa penggunaan ulang pertama (shuttle angkasa) diluncurkan oleh AS pada perayaan tahunan ke-20 penerbangan Gagarin, 12 April 1981. Pesawat angkasa penggunaan ulang pertama (dan sejauh ini) otomatis adalah Buran, diluncurkan oleh USSR pada 15 November 1988.

Antariksawan ( Astronot )

Antariksawan (lazim disebut astronot) adalah sebutan bagi orang yang telah menjalani latihan dalam program penerbangan antariksa manusia untuk memimpin, menerbangkan pesawat, atau menjadi awak pesawat antariksa. Istilah "astronot" juga kadang digunakan untuk merujuk secara spesifik kepada antariksawan yang berasal dari Amerika Serikat atau negara sahabat, berbeda dengan seorang kosmonot yang berasal dari Uni Soviet/Rusia. Kosmonot pertama adalah Yuri Gagarin. Semenjak tahun 2003 dikenal pula istilah taikonot (meski bukan istilah resmi pemerintah Tiongkok), antariksawan dari Tiongkok. Taikonot pertama adalah Yang Liwei.

Antariksawan-antariksawan pertama, baik di AS maupun Uni Soviet, biasanya merupakan pilot pesawat tempur - umumnya pilot-pilot penguji - dengan latar belakang militer. Antariksawan militer biasanya menerima tanda kualifikasi khusus, dikenal di AS dengan nama Astronaut Badge setelah menyelesaikan latihan dan mengikuti penerbangan ke luar angkasa.

Lebih dari 32 negara sudah pernah mengirimkan antariksawannya ke luar angkasa. Hingga kini (April 2007), sembilan belas antariksawan telah tewas dalam misi perjalanannya, dan setidaknya sepuluh antariksawan telah meninggal dalam kecelakaan latihan di darat.
Antariksawan internasional

Hingga akhir 1970-an hanya orang-orang Amerika dan Soviet yang merupakan antariksawan aktif. Pada 1976 pihak Soviet memulai program Intercosmos dengan sebuah kelompok yang terdiri dari 6 antariksawan dari negara-negara sosialis lainnya, diikuti kelompok kedua yang berlatih pada 1978. Pada sekitar waktu yang hampir sama pada 1978 Badan Luar Angkasa Eropa memilih 4 antariksawan untuk berlatih untuk misi Spacelab pertama mereka di pesawat ulang alik NASA. Pada 1980 Perancis memulai pemilihan antariksawan mereka (mereka dipanggil "spasionot"), diikuti oleh Jerman pada 1982, Kanada pada 1983, Jepang pada 1985, Italia pada 1988 dan Malaysia pada 2007.

Nasa Dan Misinya

National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang didirikan pada tahun 1958 adalah merupakan agensi pemerintah Amerika Serikat yang bertugas serta bertanggung jawab atas program angkasa AS dan riset aerospace umum jangka panjang. Nasa merupakan organisasi masyarakat yang melakukan riset bagi sistem ruang angkasa masyarakat dan militer.

Sejak tahun 2011, NASA memiliki tujuan strategis :
  1. Memperluas dan mempertahankan aktivitas manusia di seluruh tata surya
  2. Memperluas pemahaman ilmiah tentang Bumi dan alam semesta
  3. Menciptakan inovasi ruang teknologi baru
  4. Penelitian aeronautika terdepan
  5. Mengaktifkan program dan kemampuan institusi untuk melakukan kegiatan keluar angkasaan dan aeronautika
  6. Berbagi ilmu pengetahuan dengan, pendidik masyarakat, dan mahasiswa untuk memberikan kesempatan berpartisipasi
Sejarah

Presiden Eisenhower mendirikan NASA pada tahun 1958 dengan orientasi sipil ketimbang militer, untuk memajukan dan mendorong kemajuan ilmu ruang angkasa dalam situasi damai. The National Aeronautics and Space Act disahkan pada 29 Juli 1958, menggantikan pendahulunya, Komite Penasehat Nasional untuk Aeronautics\the National Advisory Committee for Aeronautics (NACA). Badan ini resmi beroperasi pada 1 Oktober 1958.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau disingkat LAPAN bukan semBILAN adalah merupakan satu lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang dalam kesehariannya bertugas untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya. Visi LAPAN adalah Terwujudnya kemandirian dalam IPTEK penerbangan dan antariksa untuk meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. 4 bidang utama LAPAN yakni penginderaan jauh, teknologi dirgantara, sains antariksa, dan kebijakan dirgantara.

Sejarah Pembentukan 

Pada 31 Mei 1962, atas arahan Presiden RI Soekarno, dibentuk Panitia Austronautika oleh Perdana Menteri Ir. H. Juanda (selaku Ketua Dewan Penerbangan RI) dan R.J. Salatun (selaku Sekretaris Dewan Penerbangan RI). Untuk mendukung langkah tersebut, pada 22 September 1962 dibentuklah Proyek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA) afiliasi AURI dan Institut Teknologi Bandung. 

Proyek PRIMA berhasil membuat dan meluncurkan dua roket seri Kartika berikut telemetrinya pada tahun 1964. Pada 27 November 1963, dibentuklah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 236 Tahun 1963 tentang LAPAN, untuk melembagakan penyelenggaraan program-program pembangunan kedirgantaraan nasional. Dalam hal penyempurnaan organisasi LAPAN, telah dikeluarkan beberapa Keppres, dengan yang terkini yakni Keppres Nomor 9 Tahun 2004 tentang Lembaga Non-Kementerian.

Astronomi Di Indonesia

Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada benda - benda langit. Keterbatasan pengetahuan membuat kebanyakan pengamatan dilakukan untuk keperluan astrologi. Pada tingkatan praktis, pengamatan langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran. Dalam masyarakat Jawa misalnya dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.

Nama-nama asli daerah untuk penyebutan obyek-obyek astronomi juga memperkuat fakta bahwa pengamatan langit telah dilakukan oleh masyarakat tradisional sejak lama. Lintang Waluku adalah sebutan masyarakat Jawa tradisional untuk menyebut tiga bintang dalam sabuk Orion dan digunakan sebagai pertanda dimulainya masa tanam. Gubuk Penceng adalah nama lain untuk rasi Salib Selatan dan digunakan oleh para nelayan Jawa tradisional dalam menentukan arah selatan. Joko Belek adalah sebutan untuk Planet Mars, sementara lintang kemukus adalah sebutan untuk komet. Sebuah bentangan nebula raksasa dengan fitur gelap di tengahnya disebut sebagai Bimasakti.

Pelaut-pelaut Belanda pertama yang mencapai Indonesia pada akhir abad-16 dan awal abad-17 adalah juga astronom-astronom ulung, seperti Pieter Dirkszoon Keyser dan Frederick de Houtman. Lebih 150 tahun kemudian setelah era penjelajahan tersebut, misionaris Belanda kelahiran Jerman yang menaruh perhatian pada bidang astronomi, Johan Maurits Mohr, mendirikan observatorium pertamanya di Batavia pada 1765. James Cook, seorang penjelajah Inggris, dan Louis Antoine de Bougainville, seorang penjelajah Perancis, bahkan pernah mengunjungi Mohr di observatoriumnya untuk mengamati transit Planet Venus pada 1769[1].

Ilmu astronomi modern makin berkembang setelah pata tahun 1928, atas kebaikan Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang pengusaha perkebunan teh di daerah Malabar, dipasang beberapa teleskop besar di Lembang, Jawa Barat, yang menjadi cikal bakal Observatorium Bosscha, sebagaimana dikenal pada masa kini.

Penelitian astronomi yang dilakukan pada masa kolonial diarahkan pada pengamatan bintang ganda visual dan survei langit di belahan selatan ekuator bumi, karena pada masa tersebut belum banyak observatorium untuk pengamatan daerah selatan ekuator.

Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaan, bukan berarti penelitian astronomi terhenti, karena penelitian astronomi masih dilakukan dan mulai adanya rintisan astronom pribumi. Untuk membuka jalan kemajuan astronomi di Indonesia, pada tahun 1959, secara resmi dibuka Pendidikan Astronomi di Institut Teknologi Bandung.

Pendidikan Astronomi di Indonesia secara formal dilakukan di Departemen Astronomi, Institut Teknologi Bandung. Departemen Astronomi berada dalam lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan secara langsung terkait dengan penelitian dan pengamatan di Observatorium Bosscha.

Lembaga negara yang terlibat secara aktif dalam perkembangan astronomi di Indonesia adalah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Selain pendidikan formal, terdapat wadah informal penggemar astronomi, seperti Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, serta tersedianya planetarium di Taman Ismail Marzuki, Jakarta yang selalu ramai dipadati pengunjung.

Perkembangan astronomi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, dan mendapat pengakuan di tingkat Internasional, seiring dengan semakin banyaknya pakar astronomi asal Indonesia yang terlibat dalam kegiatan astronomi di seluruh dunia, serta banyaknya siswa SMU yang memenangi Olimpiade Astronomi Internasional maupun Olimpiade Astronomi Asia Pasific.

Demikian juga dengan adanya salah seorang putra terbaik bangsa dalam bidang astronomi di tingkat Internasional, yaitu Profesor Bambang Hidayat yang pernah menjabat sebagai vice president IAU (International Astronomical Union).