Hujan Disertai Petir Dan Angin

Warga Bantaran Ciliwung Diimbau Waspadai Hujan di Bogor

 Hujan lebat masih akan terjadi di wilayah Bogor dan Depok, dalam satu pekan ke depan. Kondisi itu dipengaruhi peralihan dari musim hujan ke kemarau. Nuryadi, Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga mengatakan, pergantian ke musim kemarau akan terjadi pada Juni mendatang.

"Masih terjadinya hujan lebat di Bogor, disebabkan adanya tekanan udara di Selat Sunda, sebagai penghasil awan hujan di wilayah Jabodetabek. Kondisi itu wajar terjadi setiap memasuki pergantian ke musim kemarau," tutur Nuryadi.

Namun, lanjut Nuryadi, hujan terjadi tidak merata, bersifat lokal atau per wilayah. Berdasarkan perkiraan, hujan lebat diperkirakan masih terjadi di Kota Bogor, sebagian wilayah Bogor Barat seperti Dramaga, Ciampea dan Leuwiliang, sebagian wilayah selatan Bogor (Cisarua, Puncak, Cipanas) dan Depok.

"Hujan biasanya terjadi menjelang sore dan disertai petir dan angin. Masyarakat dihimbau tetap waspada, terutama yang tinggal dekat dengan aliran sungai dan di lokasi rawan longsor," paparnya.

Data dari Stasiun Klimatologi, hujan sepekan lalu tercatat antara 20 milimeter hingga 43 milimeter, dengan durasi antara 30 hingga 240 menit sekali hujan. Hujan juga disertai petir dan angin kencang. Hujan lebat di Bogor akan berdampak terhadap ancaman meluapnya aliran Sungai Ciliwung. Menurut Andi Sudirman, petugas Bendung Katulampa, selama hujan deras mengguyur wilayah Puncak dan Bogor, ketinggian air Sungai Ciliwung selalu di atas normal atau di atas 50 centimeter.

"Tercatat enam kali kali di atas normal, dan 150 centimeter atau siaga II pada Selasa (7/5/2013) lalu," ungkapnya.

Andi mengatakan, debit air sungai Ciliwung tidak bisa diprediksi dan bisa naik tiba-tiba. "Kenaikan air Ciliwung bisa naik secara drastis pada setiap hujan lebat menguyur Bogor. Itu disebabkan semakin kritisnya kondisi sungai di hulu Ciliwung," jelasnya.

Variasi Tipe Petir

Menurut para ahli terdapat 6 variasi tipe / pengelompokan petir
  1. Strokes adalah Aktifitas kelistrikan yang teridentifikasi sebagai kejadian petir
  2. Flashes adalah Aktifitas kelistrikan yang merupakan / terdiri dari beberapa strokes, ditandai dengan adanya kilatan petir.
  3. Noise adalah aktifitas kelistrikan yang tidak dapat diidentifikasikan sebagai kejadian petir. Kebanyakan dihasilkan dari kegiatan manusia, diantaranya kegiatan manusia menggunakan instrumen seperti radio transmitter, perangkat wireless.
  4. Signal Strength adalah Kekuatan relatif dari kejadian petir, bergantung dari jarak petir dengan detector, semakin dekat jaraknya semakin besar kekuatan petir yang terdeteksi (ketika menggunakan LD-250, parameter signal strength menampilkan komponen EW dan NS dari petir).
  5. Energy Ratio adalah Energi rata-rata kejadian petir, energi rata rata petir diasumsikan bernilai 1, namun semakin kecil jarak petir dengan detector energy ratio semakin besar dari 1 ( 1=100%).
  6. Radius Acquisition adalah jangkauan / range wilayah yang digunakan dalam deteksi petir ( km ).

Mengapa Bisa Terjadi Petir ?

Mengapa Bisa Terjadi Petir ?

Menurut para ahli per-Petir-an munculnya sebuah petir dan atau guntur terjadi akibat perpindahan muatan negatif menuju ke muatan positif. Menurut ilmu fisika, petir adalah lompatan bunga api raksasa antara dua massa dengan medan listrik yang berbeda. Prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.

Petir adalah merupakan hasil dari pelepasan muatan listrik yang terjadi di awan, Energi dari pelepasan itu begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas, dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur, atau halilintar. Geluduk, guntur, atau halilintar ini dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia, dan memusnahkan pohon. 

Sedemikian raksasanya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya, sebagai akibat udara yang terbelah, sambarannya yang rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar di angkasa.

Petir merupakan gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan dimana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan dan beberapa saat kemudian disusul oleh suara yang menggelegar. 

Terdapat beberapa definisi dari petir, antara lain : 
  • Fenomena alam yang merupakan Pelepasan muatan elektrostatis yang berasal dari badai guntur 
  • Pelepasan muatan ini disertai dengan pancaran cahaya dan radiasi elektromagnetik lainnya 
  • Arus listrik yang melewati saluran pelepasan muatan tadi dengan cepat memanaskan udara dan berkembang sebagai plasma yang menimbulkan gelombang bunyi yang bergetar ( guntur ) di atmosfir

Penangkal Petir

Alat Penangkal petir adalah sebuah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan bagi sebuah petir untuk menuju ke permukaan bumi, tanpa kemudian merusak benda-benda yang dilewatinya. Menurut para ahli penangkal petir ada 3 bagian utama pada penangkal petir yakni : Batang penangkal petir, Kabel konduktor,Tempat pembumian
Berikut adalah penjelasan dari ketiga komponen tersebut :

Batang penangkal petir

Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang ujungnya runcing. Dibuat runcing karena muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada di awan. Batang runcing ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan.

Kabel konduktor

Kabel konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter jalinan kabel konduktor sekitar 1 cm hingga 2 cm . Kabel konduktor berfungsi meneruskan aliran muatan listrik dari batang muatan listrik ke tanah. Kabel konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian luar bangunan.

Tempat pembumian

Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor ke batang pembumian (ground rod) yang tertanam di tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis baja, dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m .

Cara kerja

Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang penangkal petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik (surge arrestor).