Cahaya Hijau Sebelum Hujan Angin

jogja.tribunnews.com Menurut Jogja Update lewat akun Twitter @JogjaUpdate, sebelum terjadi hujan angin, Jumat (2/2/2013) malam, ada cahaya berwarna hijau nampak di atas langit Yogya.

"Beberapa follower mengatakan melihat kilatan cahaya berwarna kehijauan di langit, beberapa waktu sebelum terjadi hujan angin tadi," tulisnya.

Akibat hujan angin tersebut, sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi.

"Pohon besar menutupi jalan Imogiri Barat km. 05 sewon Bantul," tulis pemilik akun @acoymubyarto.

"23.16 @tofx_dm: satu rumah rusak d daerah salakan, sewon, bantul akibat hujan."

Daerah Gejayan Sleman juga tak luput dari amukan angin kencang.

"23.22 @wuridwi: Pohon depan RRI gejayan ambruk trus banyak lampu mati td sampe ringroad, ati2 ya yg pd lewat."

Hujan dan Banjir di Musim Kemarau

Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pola angin hampir di seluruh wilayah Indonesia saat ini bergerak dari timur ke barat. Fenomena tersebut menandakan musim kemarau, meski hujan masih turun dan menimbulkan banjir di sejumlah wilayah.

”Kalau melihat pola anginnya, tak ada gangguan cuaca yang bisa menimbulkan hujan ekstrem. Banjir yang terjadi lebih disebabkan faktor lokal berupa penguapan yang menimbulkan awan hujan,” kata Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hariadi, Senin (29/4/2013), di Jakarta.

Menurut dia, banjir yang masih terjadi saat ini juga disebabkan faktor topografi setempat. Kerusakan lingkungan banyak menyebabkan lemahnya daya dukung terhadap cuaca.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, banjir bandang pada Minggu petang lalu terjadi di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Banjir berlangsung sejak pukul 18.30 akibat meluapnya Sungai Aek Mata dan Aek Ranto.

“Banjir bandang menyebabkan 12 desa terdampak langsung,” kata Sutopo.

Hariadi mengatakan, posisi koordinat Mandailing Natal ada di utara ekuator. Pembentukan awan lokal di sana didukung posisi matahari yang berada di utara ekuator.

”Wilayah lain yang rentan hujan lebat juga ada di Papua bagian utara karena ada sistem tekanan rendah di Samudra Pasifik utara Papua,” kata Hariadi.

Hujan di wilayah Jawa diprediksi akan semakin berkurang. Itu disebabkan meluruhnya pengaruh sistem tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung.

Ancaman Serius

Tsunami kini banyak dibicarakan orang setelah menghajar Aceh pada Minggu (26/12) lalu. Kata Tsunami (diucapkan soo-nah-mee) berasal dari bahasa Jepang, namun tidak jelas apa arti harafiahnya. Yang pasti tsunami sering terjadi di negeri sakura itu dan telah menimbulkan kerugian sangat besar. Karena itu Jepang kini memiliki early warning system yang paling canggih.

Keprihatinan Jepang bukan tiba-tiba. Tahun 1703, di kota Awa, disapu gelombang tsunami dan menimbulkan korban 100.000 orang tewas. Gelombang tsunami bisa bisa mencapai 60 mil atau 100 kilometer. Gelombang dahsyat ini mampu menyeberangi samudera tanpa berhenti. Gelombang itu menjadi serangkaian ombak besar yang disebabkan gempa di bawah laut, longsoran, atau letusan gunung berapi. Bisa juga tsunami ditimbulkan oleh meteor raksasa yang jatuh ke laut.

Imuwan sebenarnya sudah menyinggung peristiwa tubrukan asteroid, yang mereka katakan telah menimbulkan tsunami raksasa yang menyapu bumi beberapa kali, menenggelamkan segalanya kecuali gunung, pada 3,5 miliar tahun yang lalu. Garis pantai benua berubah drastis dan hampir semua mahluk hidup di bumi binasa. Saat itu mahluk seperti dinosaurus musnah.

Tsunami di Samudera Hindia, yang memuluhlantakkan Aceh, hari Minggu lalu, mencapai Afrika yang berjarak sekitar 5.000 kilometer, menghancurkan bangunan dan memakan korban. Di lautan dalam, tsunami bisa bergerak tanpa teridentifikasi di permukaan pada kecepatan hingga 500 mil atau 800 kilometer per jam, menjelajah seluruh lautan dalam hitungan hari. Ini berarti tsunami memiliki kecepatan setara pesawat jet komersial.

Ketinggian tsunami di laut terbuka mungkin hanya 30 centimeter, itu sebabnya bisa tidak disadari oleh nelayan. Tapi ombak berkekuatan dahsyat ini melaju bagai kilat. Begitu tsunami mencapai air dangkal dekat pantai baru melambat. Puncak gelombang berpindah lebih cepat daripada dasar, membuat laut naik secara dramatis.

Peringatan Gempa Dan Tsunami

Peringatan Dini Tentang Gempa dan Tsunami

 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mendesak pemerintah untuk membuat sistem peringatan dini tentang gempa dan tsunami. Sistem peringatan dini itu dibutuhkan di wilayah-wilayah rawan, seperti pantai Sumatra, pantai selatan Jawa, pantai selatan nusa Tenggara, dan pantai barat Papua.

Kepala Pusat Penelitian Geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr Hery Harjono, Rabu (29/12) di Ghradika Bhakti Praja (Gubernuran) mengatakan, tsunami tidak bisa dicegah. Maka upaya yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan masyarakat di daerah-daerah rawan untuk menghadapinya.

Masyarakat bisa diberi pengetahuan tentang tanda-tanda awal terjadinya tsunami. Gejala awal yang mudah dirasakan adalah gempa hebat dan air laut tiba-tiba surut.

Pada saat itu di tepi pantai memang banyak ikan terdampar. Namun hal itu jangan membuat warga sekitarnya sibuk mengumpulkan ikan, melainkan harus segera mengungsi. ''Sosialisasi seperti ini bisa dilakukan Pemda, dalam hal ini Dinas Pertambangan dan Energi,'' kata dia.

Peringatan dini itu juga mencakup teknik-teknik evakuasi, jalur, dan tujuan pengungsian. Dengan cara itu, korban manusia akibat musibah semacam itu bisa diminimalkan.

Selain itu, peringatan dini juga membutuhkan dukungan peralatan pencatat gempa dan gelombang yang canggih, seperti yang digunakan negara-negara maju. Tanpa menyebutkan harganya, dia mengatakan alat-alat itu cukup mahal.

Kalau pemerintah bisa membeli, maka penempatan alat-alat itu diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang paling rawan. Namun kalau tidak mampu, pemerintah bisa melakukan kerja sama internasional, termasuk membangun jaringan komunikasi. Dengan kerja sama semacam itu, Indonesia sebenarnya bisa memperoleh manfaat dari peralatan yang digunakan di negara-negara maju.

Dia mengatakan, saat terjadi gempa yang mencapai 9 skala magnitudo di Samudra Indonesia, pusat penelitian tsunami di Hawai sebenarnya sudah memperkirakan bahwa Aceh bakal diterjangan gelombang besar.

''Persoalannya, para ahli di pusat penelitian itu kesulitan menyampaikan informasi secara cepat pada warga dan pemerintah di wilayah yang bakal diterjang gelombang,'' kata dia.

LIPI sudah melakukan penelitian gempa sejak beberapa tahun lalu. Lokasi yang pernah dijadikan lahan penelitian itu, antara lain kepulauan di sebelah barat Sumatera. Pilihan lokasi itu karena wilayah itu memang sudah berkali-kali dilanda gempa.

Pulau Simelue pada tahun 2002 pernah diterjang gempa dengan skala 7,6 magnitudo, Nias pada tahun 1861 pernah dilanda gempa 8,5 skala Magnitudo, Kepulauan Batu tahun 1935 pernah diguncang gempa dengan skala 7,7 skala magnitudo, Siberut juga pernah dilanda gempa tahun 1600, Sipora tahun 1797 juga pernah mengalami hal serupa, Pagai tahun 1833 dilanda gempa sekitar 9 skala magnitudo, dan Pulau Enggano tahun 2000 lalu dilanda gempa dengan kekuatan 7,8 skala magnitudio.

Dia mengingatkan, Indonesia memang berada di daerah rawan gempa tektonik. Indonesia dikelilingi beberapa lempeng bumi, yakni Indoaustrali di sebelah selatan, di utara ada lempeng eurasia. Di lempeng tersebut ada bagian kecil bernama lempeng Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di sebelah timur ada lempeng pasifik. Pergeseran dan tabrakan lempeng-lempeng itu bisa mengakibatkan gempa-gempa besar. ''Wilayah yang harus diwaspadai adalah sebelah selatan Jawa, sebelah barat Sumatra, sebelah selatan NTT, dan sebelah barat Papua,'' kata dia.

Perubahan Musim Sampai Juni

Sebagaimana dituturkan oleh beberapa situs terkemuka dikatakan bahwa Badan Meterorogi Klimatologi dan geofisika, memprediksi dalam satu pekan depan intensitas hujan lebat akan mengguyur Jabotabek. Curah hujan dipengaruhi peralihan cuaca ke musim kemarau.

Kepala Stasiun Klimatologi mengatakan masa pergantian musim kemarau ini sampai pertengahan Juni membuat curah hujan terus tinggi. "Kondisi tersebut disebabkan tekanan udara di Selat Sunda sebagai penghasil awan hujan di wilayah Jabotabek sampai memasuki pergantian ke musim kemarau mendatang.

Namun demikian, kecendrungan hujan tidak merata, bersifat lokal atau per wilayah, salah satu contohnya akan terjadi hujan lebat di sebagain wilayah Bogor Barat (Dramaga, Ciampea, Luewiliang). "Tapi sebagian wilayah Selatan Bogor (Cisarua, Puncak, Cipanas) dan Depok, biasanya hujan terjadi pada sore hingga menjelang malam hari.

Berdasarkan data Klimatologi, hujan lebat beberapa hari lalu, tercatat 20 milimeter hingga 43 milimeter. Durasinya sekitar 30 hingga 240 menit untuk per satu kali hujan. Petir menyertai hujan dengan frekuensi lebih dari 12 kali.

Petugas bendung Katulampa Andi Sudirman mengatakan tingginya intensitas hujan wilayah Bogor menyebabkan debit sungai Ciliwung beberapa kali sempat meningkat menjadi di atas normal (50 sentimeter).  "Ketinggian air Ciliwung 150 sentimeter hanya terjadi satu kali, selebihnya di bawah 100 sentimeter," kata Andi.

Untuk itu, menurut Andi permukiman di bantaran sungai perlu berhati-hati pada saat hujan turun.

Banjir Jakarta 2013

Banjir Jakarta 2013 adalah bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada pertengahan Januari 2013 yang menyebabkan Jakarta dinyatakan dalam keadaan darurat. Banjir ini sebenarnya sudah dimulai sejak Desember 2012, dan baru mencapai puncaknya pada Januari 2013.

Kerusakan tanggul Sejak akhir tahun, telah terjadi beberapa kerusakan tanggul, dimulai dari tanggul di Kali Adem, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada tanggal 13 Desember 2012. Kerusakan tanggul ini menyebabkan 500 rumah warga terendam air laut, serta dua warga hanyut. Akhirnya ratusan gubuk liar dibongkar untuk mempermudah masuknya alat berat guna memperbaiki tanggul. Lurah Pluit menjelaskan hempasan air laut pasang yang menggerus tanggul yang menyebabkan kerusakan ini.

Musibah kembali menyusul pada tanggal 20 Desember 2012, dengan jebolnya tanggul di Kali Cipinang. Akibatnya 979 warga terpaksa mengungsi ke GOR Makassar serta Jalan Pusdiklat Depnaker dan Jalan Masjid Suprapto tergenang, menutupi akses warga Pinang Ranti menuju Halim. Diketahui buruknya konstruksi tanggul yang tidak menggunakan rangka menyebabkan rusaknya tanggul ini.

Tanggul Kali Laya, Pekayon, Jakarta Timur, menyusul pada tanggal 24 Desember 2012, sehingga air merendam pemukiman sekitarnya. Dinding sungai yang mengalami kerusakan memiliki tinggi dua meter.

Pada Tanggal 15 Januari 2013, menyusul tanggul di Kedoya Selatan, Kebun Jeruk, jebol dan menyebabkan banjir setinggi dua meter. Tanggul ini juga tercatat memiliki konstruksi buruk karena hanya dibuat dari karung pasir, sehingga tidak kuat menahan air Kali Pesanggrahan. Warga diungsikan ke bagian timur rel Pesing, namun kebanyakan bertahan di rumah masing-masing.

Pada tanggal 17 Januari 2013, tanggul Kanal Banjir Barat, di daerah Latuharhari juga jebol dan menyebabkan terendamnya kawasan perumahan mewah di Menteng dan berbagai kawasan bisnis di pusat kota. Perbaikan segera dilakukan namun terhambat arus lalu lintas.

Badai Debu

Badai Debu atau Badai Pasir adalah satu diantara sekian banyak fenomena meteorologi yang umum di wilayah arid dan semi-arid. Badai pasir antara lain disebabkan oleh meningkatnya kecepatan angin dalam suatu wilayah yang luas. Badai pasir umumnya terjadi pada tanah yang kering. Badai pasir dapat memindahkan keseluruhan bukit pasir dan membawa pasir dalam jumlah besar sehingga tepi badai dapat menyerupai dinding pasir setinggi 1,6 km. Badai pasir di gurun Sahara dalam bahasa setempat dikenal dengan simoom atau simoon (sîmūm, sîmūn). Haboob (həbūb) adalah badai pasir di wilayah Sudan sekitar Khartoum.

Badai debu pernah terjadi diberbagai belahan dunia yang umumnya gersang dan berpasir seperti kawasan arab , termasuk amerika , dan eropa dan yang terkenal dan baru saja terjadi di abad ini adalah badai debu Australia pada tahun 2009 badai ini adalah sebuah badai debu yang menyapu negara bagian-negara bagian di wilayah timur Australia pada tanggal 22 sampai 23 September 2009. Ibukota Australia, Canberra, disapu badai debu pada 22 September. Pada 23 September, badai debu mencapai pantai timur kota Sydney dan Brisbane. Badai debu ini dideskripsikan oleh Badan Meteorologi Australia sebagai peristiwa yang luar biasa dan merupakan yang terburuk di New South Wales selama 70 tahun terakhir. Badai ini memiliki lebar 500 km dan panjang 1000 km. Badai ini menyebabkan lumpuhnya aktivitas dan juga pembatalan dan pengalihan penerbangan.

Badai Dan Penyebabnya




Badai adalah cuaca yang ekstrem, mulai dari hujan es dan badai salju sampai badai pasir dan debu. Badai disebut juga siklon tropis oleh meteorolog, berasal dari samudera yang hangat. Badai bergerak di atas laut mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 20 km/jam.


Badai bukan angin ribut biasa. Kekuatan anginnya dapat mencabut pohon besar dari akarnya, meruntuhkan jembatan, dan menerbangkan atap bangunan dengan mudah. Tiga hal yang paling berbahaya dari badai adalah sambaran petir, banjir bandang, dan angin kencang.

Terdapat berbagai macam badai, seperti badai hujan, badai guntur, dan badai salju. Badai paling merusak adalah badai topan (hurricane), yang dikenal sebagai angin siklon (cyclone) di Samudera Hindia atau topan (typhoon) di Samudera Pasifik.

Penyebab Terjadinya Badai

Penyebab badai adalah tingginya suhu permukaan laut. Perubahan di dalam energi atmosfer mengakibatkan petir dan badai. Badai tropis ini berpusar dan bergerak dengan cepat mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di daerah tropis. Pada saat terjadi angin ribut ini, tekanan udara sangat rendah disertai angin kencang dengan kecepatan bisa mencapai 250 km/jam. Hal ini bisa terjadi di Indonesia maupun negara-negara lain. Di dunia, ada tiga tempat pusat badai, yaitu di Samudera Atlantik, Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik

Awan Kumulonimbus

Kumulonimbus (Cb) adalah sebuah awan vertikal menjulang (keluarga D2) yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. 


Kumulonimbus berasal dari bahasa Latin, "cumulus" berarti terakumulasi dan "nimbus" berarti hujan. 

Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara berkelompok, atau di sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini menciptakan petir melalui jantung awan. 

Awan kumulonimbus terbentuk dari awan kumulus (terutama dari kumulus kongestus) dan dapat terbentuk lagi menjadi supersel, sebuah badai petir besar dengan keunikan tersendiri.

Jenis Tornado

Tornado multi-pusaran

Tornado multi-pusaran adalah suatu jenis tornado dimana dua atau lebih kolom udara yang menggumpal berputar mengelilingi pusat. Struktur multi-pusaran dapat terjadi di hampir setiap sirkulasi, namum sangat sering teramati dalam tornado dahsyat.

Satelit tornado

Satelit tornado adalah suatu istilah untuk tornado lemah yang terbentuk dekat tornado besar kuat yang terjadi dalam mesosiklon yang sama. Satelit tornado muncul dari "orbit" tornado besar (sebagai namanya), yang memperlihatkan wujud pusaran yang multi-pusaran. Namun, satelit tornado merupakan corong yang berbeda, dan lebih kecil dibandingkan corong utama.

Angin Puting Beliung di dekat Florida Keys.

Puting Beliung

Puting Beliung secara resmi digambarkan secara singkat oleh National Weather Service Amerika Serikat seperti tornado yang melintasi perairan. Namun, para peneliti umumnya mencirikan puting beliung "cuaca sedang" berasal dari puting beliung tornado.

Puting beliung cuaca sedang sedikit perusak namun sangat jauh dari umumnya dan memiliki dinamik yang sama dengan setan debu dan landspout. Mereka terbentuk saat barisan awan cumulus congestus menjulang di perairan tropis dan semitropis. Angin ini memiliki angin yang secara relatif lemah, dinding berlapis lancar, dan umumnya melaju sangat pelan. Angin ini sangat sering terjadi di Florida Keys.

Puting Beliung Tornado merupakan secara harafiah sebutan untuk "tornado yang melintasi perairan". Angin ini dapat terbentuk melintasi perairan seperti tornado mesosiklon, atau menjadi tornado darat yang melintas keluar perairan. Sejak angin ini terbentuk dari badai petir perusak dan dapat menjadi jauh lebih dahsyat, kencang, dan bertahan lebih lama daripada puting beliung cuaca sedang, angin ini dianggap jauh lebih membahayakan.

Tornado "Gemuruh Badai Petir Yang Berputar"

Kata "tornado" merupakan perubahan dari kata dalam Bahasa Spanyol tronada, yang berarti "badai petir". Kemudian, kata tornado juga diambil dari Bahasa Latin tonare, yang berarti "gemuruh". Kata ini sangat mungkin merupakan kombinasi dari bahasa Spanyol tronada dan tornar ("berputar"); namun, kata ini mungkin juga merupakan suatu etimologi rakyat. Tornado juga secara umum dikenal sebagai twisters.

Tornado tersebut membentuk pusaran yang menyentuh tanah dari dasar awan. Bagian dasar tornado dikelilingi oleh awan puing transparan yang terlempar akibat angin permukaan tornado yang kencang

Tornado adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. Tornado muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing-puing.

Umumnya tornado memiliki kecepatan angin 177 km/jam atau lebih dengan rata-rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa tornado yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300-480 km / jam memiliki lebar lebih dari satu mil (1.6 km) dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km.

Meskipun tornado telah diamati di tiap benua kecuali Antartika, tornado lebih sering terjadi di Amerika Serikat. Tornado juga umumnya terjadi di Kanada bagian selatan, selatan-tengah dan timur Asia, timur-tengah Amerika Latin, Afrika Selatan, barat laut dan tengah Eropa, Italia, barat dan selatan Australia, dan Selandia Baru.

Tornado
Tornado didefinisikan oleh Glosari Meteorologi sebagai "kolom udara yang berputar kencang yang menyatu dengan permukaan tanah dan muncul dari awan cumuliform atau bagian bawah awan cumuliform dan sering (namun tidak selalu) tampak sebagai suatu awan corong..."

Corong Kondensasi
Tornado tidak harus tampak; namun, intensitas tekanan rendah yang disebabkan oleh kecepatan angin yang tinggi (lihat Prinsip Bernoulli) dan berputar cepat (berkaitan dengan keseimbangan siklostrofik) sering menyebabkan uap air di udara berkondensasi yang menyebabkan tampak corong kondensasi. Tornado merupakan pusaran angin bukan awan kondensasi.

awan corong merupakan perwujudan dari corong kondensasi yang tanpa disertai angin kencang di permukaannya. Tidak semua awan corong menjadi sebuah tornado. Namun, banyak tornado yang didahului oleh awan corong seperti pusaran mesosiklon yang mendarat di permukaan tanah. Tornado pada umumnya menghasilkan angin kencang di permukaannya ketika corong yang tampak itu bertahan di atas permukaan tanah. Hal ini menyebabkan sulitnya menemukan perbedaan antara awan corong dan tornado dari suatu jarak tertentu.

Keluarga Tornado
Kadang, sebuah badai tunggal menghasilkan berbagai tornado dan mesosiklon. Proses ini dikenal sebagai siklus tornadogenesis. Tornado yang terbentuk dari badai yang sama dikenal sebagai keluarga tornado. Kadang-kadang sejumlah tornado dari mesosiklon yang berbeda terjadi secara bersamaan.

Serangan Tornado
Kadang, beberapa tornado terbentuk dari sistem bada berskala luas yang sama. Jika terdapat aktivitas tornado yang merusak, hal ini dianggap menjadi suatu serangan tornado, meskipun ada bermacam-macam definisi. Periode beberapa hari berturut-turut dengan serangan tornado di lokasi yang sama (terbentuk oleh beberapa sistem cuaca) merupakan rentetan serangan tornado, yang kadang disebut serangan tornado luas.

Badai Salju Langka Dibulan Mei

Winter atau Musim dingin atau musim salju ialah saat paling dingin di bumi. Merupakan salah satu dari 4 musim di negeri-negeri yang beriklim subtropis dan sedang. Di belahan utara bumi, musim dingin dimulai sekitar tanggal 21 Desember hingga 21 Maret, sementara di belahan selatan bumi musim dingin dimulai sekitar tanggal 21 Juni hingga 23 September.
Winter Musim dingin adalah musim terdingin dalam satu tahun tahun di daerah yang beriklim sedang, antara musim gugur dan musim semi. Hal ini disebabkan oleh sumbu Bumi di masing-masing belahan yang berorientasi jauh dari Matahari. Budaya yang berbeda menentukan tanggal yang berbeda sebagai awal dari musim dingin, dan beberapa menggunakan definisi didasarkan pada cuaca, tapi ketika musim dingin di belahan bumi utara itu berarti sedang terjadi musim panas di belahan bumi selatan, dan sebaliknya. Di banyak daerah, musim dingin dikaitkan dengan salju dan suhu beku. Pada musim dingin kita akan mendapatkan atau menemukan dan mengalami hari terpendek dan malam terpanjang ketika musim berlangsung dan setelah salju mencair.

Kemiringan Bumi relatif pada sumbu bidang orbitnya memainkan peran besar dalam terjadinya cuaca. Bumi dimiringkan dengan sudut 23,44 ° terhadap bidang orbitnya, dan ini menyebabkan garis lintang yang berbeda di Bumi untuk langsung menghadap kepada Matahari sehingga Bumi bergerak melalui orbitnya. Ini adalah variasi ini yang utama dalam mempengaruhi musim.

Sebaliknya, musim dingin di belahan bumi selatan terjadi ketika belahan bumi Utara lebih miring ke arah Matahari. Dari perspektif seorang pengamat di bumi, pada musim dingin Matahari memiliki ketinggian maksimum yang lebih rendah di langit dari Matahari pada musim panas.

Badai Salju , Petir Dan Tornado

Badai di musim semi menerjang sejumlah wilayah di Amerika Serikat (AS) sejak Jumat lalu. Badai dahsyat itu memicu tornado dan angin kencang sehingga menerbangkan atap banyak rumah warga di kawasan Deep South (wilayah selatan AS). Badai tersebut juga memicu salju tebal dan gundukan es di Midwest (sejumlah negara bagian di utara dan timur laut AS.

Sedikitnya, tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden itu. Cuaca ekstrem tersebut juga memaksa ratusan ribu warga harus bertahan tanpa listrik. National Weather Service (NWS) telah mengonfirmasikan Jumat lalu bahwa badai dahsyat menimbulkan 12 tornado di enam negara bagian dalam beberapa hari terakhir. Pakar cuaca menyebut tiga tornado masing-masing menerjang di Negara Bagian Missouri, Arkansas, dan Alabama. Lantas, satu tornado masing-masing melanda Louisiana, Mississipi, dan Georgia.

Para pejabat urusan darurat menyatakan bahwa seorang tewas akibat tornado di Mississippi. Di Missouri, seorang pekerja tewas tersengat saat memperbaiki jaringan listrik. Di Nebraska, seorang perempuan tewas setelah berjuang keras melawan badai salju. Dia harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer menuju rumahnya setelah mobilnya mogok.

Hujan es sebesar bola golf dan baseball juga menutupi Negara Bagian Georgia, North Carolina, dan South Carolina pada Kamis malam (11/4) waktu setempat hingga Jumat pagi. Angin kencang merobohkan pohon dan tiang listrik di Southeast (Negara bagian di tenggara AS). Hujan es dan jalanan licin membuat berkendara sangat berbahaya di utara New York. Di sana banyak sekolah diliburkan Jumat lalu, Sebagian lain menunda jam pelajaran.

NWS meramalkan bahwa badai lain akan menghantam kawasan tengah-utara AS Sabtu sore (13/4) waktu setempat atau hari ini WIB. Badai itu mungkin memicu hujan salju dengan curah 6-12 inci di sebagian wilayah timur Montana, North Dakota, utara South Dakota, dan utara Minnesota.

Di kawasan Deep South, warga mulai mencari sisa harta mereka di antara puing-puing bangunan pada Jumat lalu setelah diporak-porandakan badai sehari sebelumnya.

Di Mississipi, Jubir Emergency Management Agency (EMA) Jeff Rent menyatakan bahwa seorang tewas dan 10 lainnya terluka setelah tornado meluluhlantakkan Kemper County. Pria tersebut tewas saat tornado menghancurkan pusat bisnis. Pihak berwenang menyebut bahwa tornado itu masuk kategori EF-3 dengan kecepatan angin mencapai 233 kilometer per jam

Badai Salju Terjang AS

Metrotvnews.com Badai pertama utama musim semi mendatang badai salju parah, badai petir kencang dan banjir saat fenomena alam itu bergerak ke arah timur melintasi Amerika Serikat pada Sabtu (23/3), sehingga jalan raya ditutup, penerbangan dibatalkan dan puluhan kendaraan tumpang-tindih.

Lebih dari 100 penerbangan dari dan ke Bandar Udara Internasional Denver pada Sabtu (23/3) dibatalkan. Salju memaksa beberapa jalan di Colorado ditutup, termasuk Interstate 70 di kedua arah di sebelah timur Denver menuju Kansas.

"Perjalanan di dataran rendah wilayah timur sangat tidak disarankan," kata Mindy Crane, wanita Juru Bicara bagi Departemen Transportasi Colorado.

"Salju turun setebal setengah inci per jam sementara angin bertiup dengan kecepatan 25 mil hingga 40 mil per jam."

"Kecelakaan berantai yang melibatkan sebanyak 50 kendaraan dan sedikitnya empat trailer-tractor menutup Interstate 25, selama beberapa jam pada Sabtu," kata Petugas Patroli Negara Bagian Colorado. Satu mobil tangki yang terlibat kecelakaan terbakar.

"Beberapa orang yang cedera dibawa ke rumah sakit tapi tak ada laporan mengenai korban jiwa," kata polisi.

Salju yang bertumpuk di daerah Metropolitan Denver bisa mencapai 10 inci, dan tumpukan yang lebih tinggi terjadi di kaki bukit sebelah barat kota tersebut, katanya.

Hujan salju diperkirakan bergerak ke arah timur menuju Kansas City, St. Louis, Indianapolis dan Columbus, Ohio, dalam 24 jam ke depan, sebelum bergerak memasuki Negara Bagian Mid-Atlantic.

Cuaca buruk juga diramalkan di Wilayah Gulf Coast dari Florida sampai bagian timur Texas sepanjang Sabtu waktu setempat. Badai salju tebal, angin yang merusak dan tornado diramalkan menerpa daerah itu.

"Di Florida utara, National Weather Service di Jacksonville menerima laporan mengenai angin kencang dan kemungkinan terjangan tornado, kendati tak ada angin puting beliung yang telah dikonfirmasi," kata petugas meteorologi Phil Peterson.

Badai Salju Nemo

Badai Salju Nemo  adalah badai musim dingin berkekuatan tinggi yang berkembang dari kombinasi antara dua wilayah bertekanan rendah, terutama sekali mempengaruhi Amerika Serikat bagian Timur Laut dan sebagian wilayah Kanada, yang menyebabkan turunnya hujan salju dan bertiupnya angin badai.

Badai ini dimulai di Texas dan bergerak ke Kanada dalam beberapa hari berikutnya. Akibat badai ini, Kanada mengalami tumpukan salju setebal sampai dengan enam sentimeter atau lebih. Di Amerika Serikat sendiri, badai ini telah mencurahkan salju setinggi hampir dua meter di California. Lebih dari 85 juta warga Amerika diperkirakan melakukan perjalanan sedikitnya 80 kilometer dari tempat tinggal mereka untuk menghindari badai. 

Badai juga mengakibatkan dibatalkannya lebih dari tiga ribu jadwal penerbangan sejak hari Natal, termasuk di antaranya 746 jadwal penerbangan di hari Kamis. Menurut tracker FlightAware, badai datang dari arah Teluk Meksiko menuju ke wilayah Great Lakes sebelum ke laut. Di New York City, angin kencang menyebabkan dibatalkannya 186 jadwal penerbangan di tiga bandara utama, yaitu Kennedy, LaGuardia, dan Newark. 

Cuaca buruk dan badai juga menjadi penyebab utama berbagai jadwal perjalanan di Kanada terganggu. Di Bandar Udara Internasional Pearson Toronto, lebih dari 200 penerbangan terpaksa dibatalkan dengan alasan cuaca. 

Kombinasi angin kencang dan kuat dengan salju basah menyebabkan 700.000 warga terpaksa bertahan tanpa listrik. Sedikitnya delapan belas kematian terjadi akibat badai ini, lima orang di antaranya merupakan warga Connecticut. Dua orang lainnya tewas akibat keracunan karbon monoksida dalam kejadian terpisah di Boston. Sementara dua korban lainnya berasal dari Poughkeeppsie, New York dan satu orang dari New Hampshire

Badai Salju Dan Pancaroba

Badai salju terjadi saat udara yang hangat dan basah bertemu dengan udara yang dingin. Massa udara yang hangat dan basah dan massa udara yang dingin tersebut dapat mencapai diameter 1000 km atau lebih. Badai salju yang memengaruhi Amerika Serikat Timur Laut sering mendapatkan uap air dari udara yang berpindah ke utara dari Teluk Meksiko dan udara yang dingin dari massa udara yang datang dari Arktik. 

Di Amerika Serikat Barat Laut, udara yang hangat dan basah dari Samudera Pasifik mendingin saat didorong ke atas oleh pegunungan. Banyak hal yang berbeda dapat memengaruhi gerakan, isi uap, dan suhu massa udara. Semua perbedaan tersebut memengaruhi jenis dan keparahan badai salju.

Berbicara tentang badai dan cuaca yang tidak menentu yang kita rasakan dalam beberapa hari terakhir ini. Di saat kita sedang bersiap-siap memasuki musim kemarau, hujan tiba-tiba datang. Curahnya bahkan tinggi, sehingga banjir melanda beberapa wilayah. Di Jawa Barat, lalu lintas dari Bandung ke arah Timur hari Sabtu tersendat karena banjir yang melanda beberapa kawasan. Bahkan jalur ke arah Garut dan Tasikmalaya tidak bisa dilalui karena tingginya banjir yang menggenangi wilayah Rancaekek.

Sebelumnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur banjir harus dialami warga di wilayah itu karena meluapnya Sungai Bengawan Solo. Bahkan bukan hanya daerah yang dilalui sungai terpanjang di Pulau Jawa itu yang mengalami banjir, tetapi juga warga di pesisir utara seperti Kudus dan bahkan juga Pulau Madura. Wilayah Jakarta dan Bekasi juga dikagetkan oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir.

Hari Kamis lalu banyak warga yang harus berjibaku, ketika ketinggian air di Sungai Pesanggrahan, Jakarta tiba-tiba naik tinggi dan menyebabkan rumah dan jalan terendam tinggi. Kekacauan musim sebenarnya bukan hanya dialami oleh kita saja. Sebelumnya di Amerika dan Eropa juga dikagetkan ketika pada bulan April tiba-tiba terjadi badai salju. Padahal pada bulan April biasanya masyarakat di sana sudah menikmati indahnya musim semi.

Kita sedang mengalami perubahan iklim yang ekstrem. Apa yang selalu dikatakan banyak ahli tentang Bumi yang sedang berubah, kini mulai dirasakan. Kita menjadi lebih sulit untuk menebak cuaca yang akan terjadi. Semua ini merupakan akibat dari tindakan yang kita lakukan sehari-hari. Pola hidup yang dijalankan manusia menyebabkan Bumi semakin panas. Emisi CO2 yang dihasilkan dari kegiatan manusia di seluruh dunia, tidak bisa lagi terolah dengan baik oleh ekosistem yang ada. Gas CO2 yang tidak terserap oleh tumbuhan dan juga terumbu karang, akhirnya membentuk lapisan di atmosfir Bumi.

Akibatnya panas akibat Sinar Matahari yang seharusnya dipantulkan Bumi ke udara tertahan oleh lapisan CO2 yang semakin tebal dan bahkan panas itu dipantulkan lagi ke Bumi. Keadaan ini diperparah lagi oleh semakin tipisnya lapisan ozon yang seharusnya melindungi Bumi dari sinar ultra violet yang dipancarkan Matahari. Bahkan para ahli sudah menyebutkan di beberapa kawasan lapisan ozon itu sudah bolong sehingga Sinar Matahari semakin tidak tertahankan untuk menembus Bumi.

Kenyataan ini tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Sebaliknya, kita tidak bisa hanya saling menyalahkan. Harus ada upaya serius yang dilakukan untuk menghindarkan Bumi dari malapetaka hebat. Itulah yang sekarang sedang dilakukan para ahli di dunia. Mereka mencoba mencari jalan untuk menyelamatkan Bumi dari kerusakan. Mereka meminta seluruh kepala pemerintahan dan masyarakat dunia untuk bersama-sama menyelamatkan Bumi dari kehancuran.

Secara bersamaan, para ahli juga memikirkan bagaimana sebaiknya manusia bisa hidup pada kondisi alam yang sudah berubah. Ketika siklus perubahan cuaca sulit diprediksi, harus agar langkah terbaik untuk membuat dunia pertanian tidak sampai terlalu terganggu. Sebab, jumlah penduduk Bumi yang mencapai 7 miliar manusia, tidak bisa dibiarkan hidup tanpa makanan. Itulah yang seharusnya juga menjadi kesadaran kita yang hidup di Indonesia. Kita tidak boleh berhenti hanya menyesali berbagai musibah yang harus dihadapi. Pada saat yang bersamaan kita harus memikirkan bagaimana menciptakan cara bercocok tanam yang baru sesuai dengan zaman yang berbeda ini.

Upaya ini harus dilakukan segera, karena kita benar-benar sedang menghadapi perubahan iklim yang luar biasa. Sekarang ini daerah-daerah sentra produksi padi seperti Jatim dan Sulawesi Selatan misalnya, tidak lagi bisa menghasilkan produksi seperti masa-masa. sebelumnya. Surplus produksi mereka semakin tipis untuk mencukupi daerah lainnya. Kita tidak boleh terlambat untuk mengantisipasi keadaan ini. Bahkan masalah ini jauh lebih penting menjadi perhatian pemerintah dan seluruh masyarakat, karena berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Manusia tidak bisa makan dengan politik, manusia membutuhkan bahan pangan untuk bisa makan dan hidup.

356 Bencana Alam Sampai April 2013

Adanya anomali bahwasanya suhu permukaan air laut di perairan Indonesia yang menghangat, hal ini diperkirakan dapat menyebabkan pasokan uap air yang semakin melimpah sehingga curah hujan berintensitas tinggi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. 

Hal inilah yang kemudian menyebabkan banyak terjadi  banjir, tanah longsor, dan serta puting beliung. Badan Meteorologi , Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwasanya kondisi yang demikian dapat terjadi sampai pada pertengahan Mei mendatang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya menjelaskan, selama tahun 2013, data sementara menunjukkan kejadian bencana mencapai 356 bencana. Dampak dari bencana itu, 297 orang meninggal, 412.391 jiwa mengungsi, 27.762 rumah rusak dan ratusan fasilitas umum rusak.

Dari total kejadian tersebut, terjadi 128 puting beliung yang menimbulkan 91 orang meninggal. 1.667 mengungsi, dan 9.912 rumah rusak. Banjir terjadi 122 kejadian yang menimbulkan korban 93 orang meninggal 355.248 mengungsi, dan 17.920 rumah rusak. Sedangkan longsor terdapat 84 kejadian dengan 128 orang meninggal, 42.762 jiwa mengungsi, dan 685 rumah rusak. Kerugian ekonomi tentunya ratusan miliar.

Dikatakan, ancaman bencana hidrometerologi yaitu bencana terkait dengan cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung, gelombang pasang dan kekeringan akan makin meningkat. Perubahan iklim global telah nyata berpengaruh berubahnya watak hujan dan cuaca. Kerentanan di masyarakat juga makin meningkat.

Jutaan penduduk Indonesia bertempat tinggal di daerah-daerah rawan tinggi dari bencana hidrometeorologi. Ada 124 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di daerah bahaya sedang hingga tinggi dari longsor. Ada 61 juta jiwa penduduk hidup di daerah bahaya sedang hingga tinggi dari banjir.

"Bencana bukan hanya sebuah fenomena alam. Bencana tidak dapat direduksi ke sekedar soal alam itu sendiri, kesiapan teknologi, atau hal teknis lainnya. Bencana memiliki dampak sosial yang kompleks. Ketika sebuah bencana terjadi, tatanan sosial yang normal terganggu. Untuk itu penanggulangan bencana hendaknya menjadi prioritas pembangunan di semua sektor," ujarnya.

Penangkal Petir

Alat Penangkal petir adalah sebuah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan bagi sebuah petir untuk menuju ke permukaan bumi, tanpa kemudian merusak benda-benda yang dilewatinya. Menurut para ahli penangkal petir ada 3 bagian utama pada penangkal petir yakni : Batang penangkal petir, Kabel konduktor,Tempat pembumian
Berikut adalah penjelasan dari ketiga komponen tersebut :

Batang penangkal petir

Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang ujungnya runcing. Dibuat runcing karena muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada di awan. Batang runcing ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan.

Kabel konduktor

Kabel konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter jalinan kabel konduktor sekitar 1 cm hingga 2 cm . Kabel konduktor berfungsi meneruskan aliran muatan listrik dari batang muatan listrik ke tanah. Kabel konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian luar bangunan.

Tempat pembumian

Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor ke batang pembumian (ground rod) yang tertanam di tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis baja, dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m .

Cara kerja

Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang penangkal petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik (surge arrestor).

Petir, Kilat, atau Halilintar

Petir, kilat, dan atau halilintar menurut para ahli astronomi adalah merupakan gejala alam yang biasanya dan seringkali muncul pada musim hujan di saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. 

Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Petir Atau Guruh

Petir atau guruh adalah serangkaian bunyi keras yang dihasilkan oleh kilat, baik yang berdentum secara kuat maupun deram-derum secara perlahan, tergantung pada sifat kilat itu sendiri dan jarak keberadaan orang yang mendengarkan dari pusat terjadinya petir atau guruh. Sekiranya bunyi yang dihasilkan lebih kuat daripada biasanya, maka disebut sebagai halilintar. 

Peningkatan atas tekanan dan suhu yang mendadak dari kilat menyebabkan udara disekeliling menjadi mengembang dengan derasnya dalam satu panahan kilat. Pengembangan udara inilah yang menghasilkan gelombang kejutan deras yang menghasilkan bunyi suara petir.

Cahaya kilat yang diikuti bunyi petir beberapa saat kemudian bagi kebanyakan orang merupakan sebuah gambaran mengenai fakta bahwa bunyi bergerak lebih perlahan daripada cahaya. Dengan menggunakan perbedaan ini, seseorang bisa memperkirakan jarak panahan kilat dengan mengira selang masa antara masa cahaya kilat kelihatan dan masa bunyi petir yang terdengar. Kelajuan bunyi di dalam udara kering dianggarkan 343 m/s pada 20 °C. Kelajuan cahaya adalah cukup tinggi sehinggakan ia dianggap sebagai infiniti dalam kiraan ini. Oleh itu, jarak petir dianggarkan sejauh 1 kilometer bagi setiap 2.9 saat. Dalam 5 saat yang sama, cahaya boleh mengelilingi bumi sebanyak 37 kali. Petir jarang kedengaran pada jarak melebihi 24 kilometer. Cahaya kilat yang berlaku serentak dengan bunyi petir yang sangat kuat, juga dipanggil halilintar, menandakan panahan kilat adalah sangat dekat. 

Punca fenomena petir menjadi titik tengah spekulasi dan penyelidikan saintifik selama berabad-abad lamanya. Teori terawal yang pernah dicatat dipercayai diolah oleh ahli falsafah Yunani bernama Aristotle pada abad ke-3, manakala suatu kepercayaan awal mengatakan bahawa petir dihasilkan oleh pertembungan awan. Kemudiannya, baru bermacam-macam lagi teori yang dicadangkan. Menjelang petengahan abad ke-19, teori bahawa kilat menghasilkan vakum diterima umum. Pada abad ke-20, timbulnya satu ijmak bahawa petir harus bermula dengan gelombang kejutan di udara akibat pengembangan haba plasma secara mendadak dalam arus kilat. Dalam masa kurang sesaat, udara dipanaskan kepada suhu hampir 28,000 °C (50,000 °F). Pemanasan inilah yang menyebabkan udara mengembang ke luar lalu bertembung dengan udara sejuk di sekelilingya pada kelajuan mengatasi bunyi dalam udara sejuk itu. Denyut yang bergerak ke arah luar itu menghasilkan gelombang kejutan, serupa prinsipnya dengan gelombang kejutan yang dihasilkan letupan, atau di hadapan pesawat supersonik.